Thermal mass
Kemampuan bagian bangunan menyimpan kalor dan memengaruhi perubahan temperatur dari waktu ke waktu.
Massa termal menggambarkan kemampuan material atau konstruksi menyimpan kalor ketika temperaturnya berubah. Kemampuan ini dipengaruhi massa dan kalor jenis, serta keterhubungannya dengan ruang. Konsep tersebut berbeda dari resistansi termal yang membatasi laju perpindahan kalor.
Material bermassa termal dapat memperlambat perubahan temperatur dan menggeser waktu beban. Manfaatnya bergantung pada pola pemanasan, temperatur malam, peneduhan, dan operasi ventilasi. Massa yang tertutup lapisan penghambat pertukaran kalor mungkin kurang terlibat dalam siklus harian.
Untuk ilustrasi seragam, massa 1.000 kg dengan kalor jenis 0,84 kJ/(kg·K) menyimpan tambahan 1.680 kJ ketika temperaturnya naik 2 K. Nilai tersebut sekitar 0,47 kWh kalor. Keterlibatan aktual dinding atau lantai dapat berbeda karena distribusi temperatur.
Massa termal tidak selalu menurunkan energi pendinginan, terutama bila kalor yang tersimpan sulit dibuang. Evaluasi pola penggunaan, kenyamanan malam, dan strategi pelepasan kalor. Penilaian material juga perlu memasukkan dampak karbon dan fungsi konstruksinya.
Istilah terkait pencarian: kapasitas kalor bangunan; thermal inertia; inersia termal



