Building orientation
Pengaturan arah dan posisi bangunan terhadap matahari, angin, lingkungan, serta kebutuhan kegiatan di dalamnya.
Orientasi bangunan menjelaskan hubungan arah bangunan dengan kondisi tapak, termasuk pergerakan matahari dan angin. Keputusan ini memengaruhi panas yang diterima fasad, peluang pencahayaan alami, dan ventilasi. Orientasi sebaiknya dibahas sejak perencanaan karena sulit diperbaiki setelah bentuk serta pembagian ruang terkunci.
Pada banyak lokasi tropis, matahari rendah dari timur dan barat dapat menimbulkan panas dan silau yang sulit ditahan peneduh horizontal. Namun, arah angin, bangunan tetangga, pepohonan, serta kebutuhan akses juga memengaruhi pilihan. Tidak ada satu orientasi yang selalu optimal untuk semua tapak.
Sebagai contoh, ruang kerja dengan bukaan barat besar dapat mengalami ketidaknyamanan pada sore hari. Perancang membandingkan pemindahan ruang, pengurangan bukaan, peneduh vertikal, dan kaca yang sesuai. Simulasi serta pengamatan lapangan membantu menilai pilihan berdasarkan jadwal penggunaan, bukan arah mata angin saja.
Gunakan data cuaca setempat, lintasan matahari, dan pola angin musiman. Rekomendasi dari belahan bumi atau iklim lain perlu diterjemahkan secara hati-hati. Ketika orientasi tidak dapat diubah, strategi selubung, peneduhan, serta pengaturan ruang tetap dapat memperbaiki kinerja dan kenyamanan.
Istilah terkait pencarian: arah bangunan; solar orientation



