Pendekatan keamanan dengan verifikasi akses
Prinsip keamanan yang menilai setiap akses berdasarkan identitas, konteks, dan hak minimum yang diperlukan.
Zero trust adalah pendekatan keamanan yang tidak memberi kepercayaan otomatis hanya karena pengguna atau perangkat berada di jaringan internal. Akses ke sumber daya perlu dinilai berdasarkan identitas, konteks, dan kebijakan. Dalam bangunan cerdas, sumber daya dapat berupa server BMS, gateway, sensor, atau aktuator.
Penerapan mencakup autentikasi, otorisasi, pembatasan hak, segmentasi, serta pemantauan yang sesuai kebutuhan. Pengguna yang boleh membaca data suhu belum tentu boleh mengubah setelan chiller. Kebijakan perlu mempertimbangkan risiko tindakan dan kemampuan perangkat lama yang tidak mendukung mekanisme keamanan modern.
Contohnya, teknisi pemasok memperoleh akses sementara hanya ke peralatan yang sedang diservis melalui jalur yang dicatat. Setelah pekerjaan selesai, akses dicabut. Identitas bersama yang digunakan tanpa batas waktu menyulitkan penelusuran tindakan dan memperbesar dampak jika kredensialnya diketahui pihak lain.
Desain keamanan harus menjaga ketersediaan serta keselamatan operasi. Perubahan pada jaringan kontrol perlu diuji dan disertai rencana pemulihan. Zero trust merupakan prinsip arsitektur dan tata kelola, bukan satu produk yang langsung menjamin seluruh sistem kebal terhadap gangguan atau serangan.
Istilah terkait pencarian: zero trust architecture; ZTA; keamanan siber; least privilege



