Daylighting
Pemanfaatan cahaya langit dan matahari secara terkendali untuk menerangi ruang sekaligus menjaga kenyamanan visual.
Cahaya alami dalam desain bangunan berarti memanfaatkan cahaya dari luar melalui jendela, skylight, atau bukaan lain. Pencahayaan yang baik memperhatikan sebaran dan kenyamanan, bukan sekadar membuat ruang sangat terang. Pengguna perlu dapat melihat tugas visual tanpa silau atau kontras berlebihan.
Kedalaman ruang, orientasi, luas bukaan, sifat kaca, serta reflektansi permukaan menentukan persebaran cahaya. Peneduh dapat menahan matahari langsung sambil tetap memasukkan cahaya langit. Pengaturan lampu perlu mengikuti ketersediaan cahaya agar potensi pengurangan energi benar-benar terjadi selama jam penggunaan.
Sebagai ilustrasi kondisi langit mendung, iluminansi luar 10.000 lux dan iluminansi dalam 200 lux menghasilkan daylight factor 2%. Angka ini menjelaskan perbandingan pada kondisi tersebut, bukan jaminan kecukupan cahaya setiap jam. Evaluasi tahunan dapat memakai simulasi berbasis iklim.
Pada iklim tropis, penambahan bukaan juga harus dinilai terhadap panas matahari, privasi, dan hujan. Uji dengan pengukuran di bidang kerja dan tanggapan pengguna. Penggabungan peneduh, tata ruang, dan kontrol lampu lebih berguna dibandingkan mengejar kaca seluas mungkin.
Istilah terkait pencarian: daylighting; pencahayaan alami; daylight factor



