Low-emissivity glazing
Kaca berlapis emisivitas rendah yang memengaruhi perpindahan kalor radiasi dan kinerja termal jendela.
Low-E glass memiliki lapisan tipis beremisivitas rendah pada permukaan kaca. Lapisan ini membantu mengendalikan pertukaran radiasi inframerah. Produk dapat dirancang dengan karakteristik berbeda, sehingga sebutan Low-E saja belum menentukan jumlah cahaya tampak atau energi matahari yang melewatinya.
Kinerja jendela perlu dibaca melalui beberapa parameter, antara lain nilai U, solar heat gain coefficient atau SHGC, dan transmisi cahaya tampak. Nilai U berkaitan dengan perpindahan kalor akibat beda suhu. SHGC berkaitan dengan perolehan kalor matahari melalui sistem jendela.
Sebagai ilustrasi, kaca seluas 10 m² dengan SHGC 0,30 menerima radiasi 500 W/m². Pendekatan sederhana memberi perolehan kalor matahari 1.500 W, sebelum memperhitungkan peneduh dan keadaan rinci pemasangan. Dua produk Low-E dapat memberikan hasil berbeda karena karakteristik optik dan susunannya berbeda.
Pemilihan harus mempertimbangkan orientasi, peneduh, kenyamanan visual, dan kinerja rangka serta sambungan. Pada bangunan tropis, mengurangi perolehan panas perlu diseimbangkan dengan pencahayaan alami. Mintalah data sistem jendela yang relevan, bukan hanya data lapisan atau lembar kaca secara terpisah.
Istilah terkait pencarian: low e; low emissivity; kaca rendah emisivitas; SHGC



