Smart building / Intelligent building
Bangunan yang memakai data dan pengendalian terkoordinasi untuk menyesuaikan layanan terhadap kebutuhan pengguna serta kondisi operasi.
Bangunan cerdas menggabungkan pengukuran, komunikasi, analisis, dan pengendalian untuk meningkatkan layanan bangunan. Tujuannya dapat mencakup kenyamanan, keandalan, keamanan, serta efisiensi sumber daya. Banyaknya perangkat digital tidak cukup sebagai ukuran; kecerdasan perlu terlihat pada kemampuan memahami kondisi dan menindaklanjuti informasi secara tepat.
Sensor mengamati keadaan, pengendali menerapkan logika, dan aktuator mengubah operasi peralatan. Hubungan antarsistem memungkinkan keputusan yang terkoordinasi, seperti menyesuaikan pencahayaan dengan cahaya alami serta kegiatan ruang. Sebagian keputusan dapat berlangsung secara lokal, sementara sistem supervisi membantu pengelola memantau kinerja dan menangani penyimpangan.
Sebagai contoh, ruang rapat menggunakan informasi pemesanan, sensor kehadiran, dan kualitas udara untuk mengatur layanan. Pemesanan yang dibatalkan tidak harus membuat seluruh peralatan tetap menyala. Namun, kendali harus mempertimbangkan keterlambatan pengguna, ketepatan sensor, kebutuhan ventilasi, dan pilihan manual ketika keadaan berubah.
Bangunan cerdas belum tentu otomatis menjadi bangunan hijau jika otomatisasinya justru menambah konsumsi tanpa manfaat. Tetapkan indikator sebelum pengadaan, lalu verifikasi hasil setelah dihuni. Interoperabilitas, keamanan siber, privasi, pelatihan, dan dukungan pemeliharaan diperlukan agar manfaat bertahan sepanjang umur sistem.
Istilah terkait pencarian: smart building; intelligent building; gedung pintar



