Respons permintaan listrik
Penyesuaian konsumsi listrik terhadap sinyal atau kebutuhan jaringan tanpa mengabaikan layanan penting bangunan.
Demand response adalah perubahan pola penggunaan listrik untuk merespons kondisi jaringan, harga, atau permintaan pengelola sistem. Tindakannya dapat berupa pengurangan sementara, penundaan beban, maupun pemakaian penyimpanan energi. Fokus utamanya adalah kapan dan seberapa besar daya diambil dari jaringan.
Sebagian beban bangunan dapat dijadwalkan ulang, sedangkan sebagian lain harus dipertahankan. Pemompaan atau pengisian baterai mungkin fleksibel, tetapi peralatan medis dan layanan keselamatan membutuhkan perlakuan berbeda. Pengendalian perlu menggunakan batas kenyamanan, prioritas layanan, serta prosedur pemulihan operasi.
Misalnya, kebutuhan jaringan turun dari 100 menjadi 80 kW selama satu jam karena beban tertentu ditunda. Pengurangan daya saat itu adalah 20 kW. Jika energi yang ditunda seluruhnya dipakai sesudahnya, konsumsi harian belum tentu berkurang meskipun beban puncak berhasil ditekan.
Evaluasi perlu mempertimbangkan konsumsi acuan, efek pantulan setelah kegiatan berakhir, dan keandalan komunikasi. Penghematan biaya bergantung pada struktur tarif atau kesepakatan program. Demand response sebaiknya diuji bertahap agar fleksibilitas tidak dibayar dengan gangguan layanan atau keluhan penghuni.
Istilah terkait pencarian: DR; respons beban; peak shaving



