Thermal conductivity
Sifat material yang menghubungkan aliran kalor konduksi dengan gradien temperatur.
Konduktivitas termal menyatakan kemampuan material menghantarkan kalor secara konduksi. Besaran ini biasanya dinyatakan dalam W/(m·K) dan dilambangkan lambda atau k. Konduktivitas merupakan sifat material pada kondisi tertentu, bukan nilai U seluruh komponen bangunan.
Nilainya dapat berubah menurut temperatur, kadar air, kerapatan, dan arah pengukuran. Pada material berlapis atau berserat, arah perpindahan kalor dapat memengaruhi hasil. Data pengujian harus sesuai dengan kondisi pemakaian yang hendak dianalisis.
Untuk lapisan homogen setebal 0,05 m dengan konduktivitas 0,05 W/(m·K), resistansinya sekitar 1,0 m²K/W. Menggandakan ketebalan menggandakan resistansi model tersebut, selama sifat material serta kondisi perpindahan kalor tetap sama.
Konduktivitas rendah belum menjamin kinerja selubung yang baik jika terdapat sambungan buruk atau jembatan termal. Pertimbangkan ketahanan lembap, kebakaran, dan usia layanan. Gunakan nilai rancangan yang tepat, bukan mencampur angka hasil uji pada kondisi berbeda.
Istilah terkait pencarian: lambda; daya hantar kalor; k value



