Thermal insulation
Material atau lapisan yang meningkatkan hambatan terhadap perpindahan kalor pada selubung maupun sistem bangunan.
Insulasi termal digunakan untuk membatasi perpindahan kalor melalui bagian bangunan atau peralatan. Bentuknya dapat berupa lembaran, serat, busa, butiran, atau komposit. Pemilihannya bergantung pada fungsi, keadaan lingkungan, dan detail pemasangan.
Pada lapisan homogen, resistansi termal meningkat seiring ketebalan dan menurun saat konduktivitas meningkat. Dalam konstruksi nyata, sambungan, rangka, serta jembatan termal turut memengaruhi hasil. Penyerapan air juga dapat mengubah sifat termal beberapa jenis insulasi.
Lapisan setebal 0,10 m dengan konduktivitas 0,040 W/(m·K) memiliki resistansi sekitar 2,5 m²K/W. Nilai ini hanya untuk lapisan tersebut. Nilai U keseluruhan dinding masih memerlukan lapisan lain dan hambatan permukaan yang relevan.
Evaluasi perlu memasukkan ketahanan api, kelembapan, kekuatan, usia layanan, dan dampak lingkungan. Insulasi tidak menggantikan peneduh atau pengendalian kebocoran udara. Kinerja terbaik dicapai melalui rancangan selubung yang menyeluruh dan pemasangan yang terjaga.
Istilah terkait pencarian: isolasi termal; lapisan tahan panas; thermal resistance



