Rainwater harvesting
Pengumpulan dan pengelolaan air hujan dari permukaan tangkapan untuk penggunaan yang sesuai.
Pemanenan air hujan mengumpulkan aliran hujan dari atap atau permukaan tangkapan lain untuk digunakan kembali. Komponennya dapat meliputi talang, penyaringan awal, pemisah aliran awal, tangki, dan distribusi. Penggunaannya ditentukan oleh kualitas hasil dan kebutuhan, bukan oleh ketersediaan air saja.
Volume yang bisa dikumpulkan dipengaruhi curah hujan, luas tangkapan, koefisien limpasan, serta kehilangan sistem. Tangki perlu dirancang berdasarkan urutan waktu pasokan dan permintaan. Curah hujan tahunan yang tinggi tidak selalu menjamin ketersediaan pada musim kering atau ketika kebutuhan sedang memuncak.
Sebagai ilustrasi, hujan 50 mm pada atap 100 m² dengan koefisien pengumpulan 0,80 memberi potensi 4 m³. Nilai itu belum mengurangi pembuangan aliran awal dan kehilangan lain. Jika tangki telah penuh, sebagian volume tetap menjadi limpasan yang harus dialirkan dengan aman.
Perhatikan kebersihan permukaan, pencegahan nyamuk, akses pembersihan, dan pemisahan jaringan air. Air hujan tidak otomatis layak diminum; pengolahan serta verifikasi harus sesuai tujuan. Penghematan air paling baik dicapai dengan menggabungkan pemanenan, pengurangan kebocoran, dan perlengkapan yang efisien.
Istilah terkait pencarian: rainwater harvesting; panen air hujan; PAH



