Pengetahuan untuk bangunan yang lebih baik. Dampak untuk masa depan.SMART & GREEN BUILDING

Sensor Okupansi

← Kembali ke ensiklopedia A–Z
Sistem & Otomasi

Occupancy sensor

Sensor untuk mendeteksi keberadaan atau aktivitas pengguna sebagai masukan pengendalian ruang.

Sensor okupansi memberi informasi tentang keberadaan pengguna pada area tertentu. Teknologinya dapat menggunakan gerak inframerah pasif, gelombang mikro, ultrasonik, atau gabungan metode. Sebagian perangkat hanya mendeteksi aktivitas, sedangkan perangkat lain memperkirakan jumlah orang; keduanya tidak boleh dianggap selalu setara.

Hasil deteksi dipengaruhi lokasi, jangkauan, halangan, sensitivitas, dan pola kegiatan. Logika kendali biasanya menggunakan waktu tunda untuk mencegah perubahan terlalu sering. Sensor yang baik untuk koridor aktif belum tentu cocok untuk ruang baca tempat pengguna dapat duduk hampir tanpa gerakan.

Misalnya, lampu ruang diskusi tetap menyala beberapa menit setelah gerakan terakhir agar tidak langsung padam ketika pengguna diam. Nilai waktu tunda diuji dengan kegiatan nyata. Jika terlalu pendek, keluhan meningkat; jika terlalu panjang, potensi penghematan dari ruang kosong berkurang.

Sediakan kendali manual yang jelas dan pertimbangkan kebutuhan aksesibilitas. Data okupansi yang rinci dapat menimbulkan persoalan privasi sehingga penyimpanan serta akses perlu dibatasi. Evaluasi keberhasilan berdasarkan kenyamanan dan energi terukur, bukan hanya kemampuan sensor menyalakan lampu dalam demonstrasi singkat.

Istilah terkait pencarian: occupancy sensor; presence sensor; PIR; sensor gerak