Stack ventilation; buoyancy-driven ventilation
Ventilasi akibat perbedaan kerapatan udara yang menghasilkan gaya apung pada bukaan dengan perbedaan ketinggian.
Ventilasi efek cerobong memanfaatkan perbedaan kerapatan udara untuk mendorong aliran. Perbedaan temperatur antara ruang dan luar dapat menghasilkan beda tekanan pada bukaan yang ketinggiannya berbeda. Arah aliran mengikuti kondisi temperatur dan distribusi tekanan yang terjadi.
Udara yang lebih hangat cenderung naik sehingga dapat keluar melalui bukaan tinggi ketika jalur masuk yang sesuai tersedia. Besar aliran bergantung pada tinggi efektif, luas bukaan, hambatan, dan beda temperatur. Angin dapat memperkuat, melemahkan, atau mengubah pola aliran tersebut.
Sebagai contoh, atrium dengan bukaan atas dan bawah dapat membantu pembuangan udara hangat jika kondisi luar mendukung. Menambah tinggi saja belum cukup apabila bukaan masuk terbatas. Evaluasi perlu melihat seluruh jalur udara dan kebutuhan setiap ruang yang dilayani.
Pada iklim lembap dengan beda temperatur kecil, gaya apung yang tersedia mungkin terbatas. Perhatikan hujan, serangga, kualitas udara luar, dan kebutuhan pengendalian asap. Model sederhana perlu dilengkapi analisis aliran yang sesuai sebelum menjadi dasar keputusan rancangan.
Istilah terkait pencarian: stack effect; ventilasi apung; cerobong surya



