Daftar isi
Perusahaan di seluruh dunia menghadapi tantangan yang semakin besar untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. Masyarakat kini menuntut produk yang lebih ramah lingkungan, pemerintah menetapkan target pengurangan emisi karbon, dan investor mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan sebelum menanamkan modal. Dalam situasi seperti ini, perusahaan tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas produksi atau mengadopsi teknologi digital. Mereka juga harus mampu menjalankan transformasi hijau agar tetap kompetitif pada masa depan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah menggabungkan kebijakan digitalisasi dengan kebijakan pengembangan teknologi cerdas. Ketika kedua kebijakan tersebut berjalan secara bersamaan, perusahaan menjadi lebih inovatif, lebih produktif, dan lebih mampu mengurangi dampak lingkungan.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Tingting Liu dan Zengfu Yao. Mereka mempelajari bagaimana kombinasi kebijakan pembangunan digital dan pengembangan kota cerdas memengaruhi transformasi hijau perusahaan di Tiongkok. Penelitian ini menggunakan data perusahaan yang terdaftar di bursa saham selama beberapa tahun untuk mengetahui apakah sinergi kedua kebijakan tersebut benar benar mampu mempercepat perubahan menuju industri yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kebijakan digital dan teknologi cerdas memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan apabila masing masing kebijakan dijalankan secara terpisah.
Baca juga artikel tentang: Hemat Biaya Hingga 26 Persen: Strategi Cerdas Pengelolaan Energi Di Gedung Modern
Selama ini banyak orang menganggap transformasi digital hanya berkaitan dengan penggunaan internet berkecepatan tinggi, komputer, kecerdasan buatan, atau sistem otomatis. Pandangan tersebut memang benar, tetapi belum menggambarkan manfaat digitalisasi secara menyeluruh. Penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi fondasi penting bagi transformasi hijau ketika seluruh teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, memperbaiki proses produksi, dan menghasilkan inovasi yang lebih ramah lingkungan.
Transformasi hijau sendiri merupakan perubahan menyeluruh dalam cara perusahaan beroperasi agar mampu menghasilkan produk dan layanan dengan dampak lingkungan yang lebih kecil. Perubahan tersebut mencakup penggunaan energi yang lebih efisien, pengurangan emisi karbon, pemanfaatan material yang lebih berkelanjutan, pengelolaan limbah yang lebih baik, hingga penerapan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Transformasi seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Dalam penelitian ini, pemerintah Tiongkok menerapkan dua kebijakan besar yang saling melengkapi. Kebijakan pertama adalah pembangunan infrastruktur digital melalui program Broadband China yang bertujuan memperluas akses internet dan meningkatkan kualitas jaringan komunikasi. Kebijakan kedua adalah pengembangan Smart City Construction yang mendorong penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam berbagai aspek pembangunan kota. Para peneliti ingin mengetahui apakah kombinasi kedua kebijakan tersebut mampu menciptakan perubahan yang lebih besar dibandingkan apabila hanya salah satunya yang diterapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang berada di wilayah dengan dukungan kedua kebijakan tersebut mengalami peningkatan transformasi hijau yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain. Artinya, infrastruktur digital yang kuat dan pengembangan kota cerdas ternyata mampu menciptakan lingkungan yang mendorong perusahaan untuk lebih cepat berinovasi dalam bidang keberlanjutan.
Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana perubahan tersebut dapat terjadi. Mekanisme pertama adalah meningkatnya produktivitas teknologi. Infrastruktur digital mempermudah perusahaan melakukan penelitian, berbagi data, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta mempercepat pengembangan teknologi baru. Informasi yang sebelumnya sulit diperoleh kini dapat diakses dengan lebih cepat sehingga proses inovasi menjadi lebih efisien.
Mekanisme kedua adalah meningkatnya produktivitas hijau. Teknologi digital membantu perusahaan memantau penggunaan energi, mengendalikan proses produksi secara lebih akurat, mengurangi pemborosan bahan baku, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Sistem digital memungkinkan perusahaan mengetahui titik titik yang paling banyak mengonsumsi energi sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dengan cara ini, peningkatan produktivitas tidak lagi identik dengan peningkatan konsumsi energi.
Mekanisme ketiga adalah meningkatnya produktivitas digital. Perusahaan yang memiliki akses terhadap teknologi digital mampu mengolah data dalam jumlah besar untuk mendukung pengambilan keputusan. Kecerdasan buatan, komputasi awan, analisis data, dan Internet of Things membantu perusahaan memahami kondisi operasional secara lebih rinci. Keputusan bisnis menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien sehingga transformasi hijau dapat berjalan lebih efektif.
Penelitian juga menemukan bahwa manfaat kebijakan tersebut tidak dirasakan secara merata. Perusahaan kecil memperoleh manfaat yang relatif lebih besar dibandingkan perusahaan besar. Hal ini terjadi karena perusahaan kecil memiliki peluang peningkatan efisiensi yang lebih luas melalui digitalisasi. Selain itu, perusahaan yang bergerak pada sektor dengan tingkat pencemaran tinggi juga memperoleh manfaat yang lebih besar karena mereka memiliki lebih banyak ruang untuk memperbaiki proses produksi agar menjadi lebih ramah lingkungan.
Temuan menarik lainnya adalah adanya efek penyebaran antarwilayah. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat pembangunan digital tidak hanya dirasakan oleh kota yang menerapkan kebijakan tersebut. Kota di sekitarnya juga memperoleh keuntungan melalui perpindahan teknologi, investasi, pengetahuan, serta kerja sama antardaerah. Namun pengaruh tersebut akan semakin berkurang ketika jarak antarwilayah semakin jauh. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan digital dapat memberikan manfaat bagi kawasan yang lebih luas apabila didukung oleh konektivitas yang baik.
Temuan penelitian ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan perkembangan smart building. Bangunan pintar tidak hanya membutuhkan sensor, Building Management System, Internet of Things, dan kecerdasan buatan. Bangunan pintar juga membutuhkan infrastruktur digital yang andal agar seluruh sistem dapat bekerja secara optimal. Jaringan komunikasi yang cepat memungkinkan ribuan sensor di dalam gedung mengirimkan data secara terus menerus kepada sistem pengelolaan bangunan. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengatur pencahayaan, pendingin udara, ventilasi, serta penggunaan energi secara otomatis.
Sebagai contoh, sebuah gedung perkantoran modern dapat menggunakan sensor untuk mendeteksi jumlah penghuni di setiap ruangan. Ketika ruangan kosong, sistem akan mematikan lampu dan mengurangi kerja pendingin udara secara otomatis. Ketika jumlah penghuni meningkat, sistem akan menyesuaikan kondisi ruangan agar tetap nyaman. Seluruh proses tersebut memerlukan koneksi digital yang stabil, perangkat lunak yang cerdas, dan kemampuan mengolah data secara cepat. Tanpa dukungan kebijakan digital yang memadai, penerapan teknologi seperti ini akan jauh lebih sulit.
Hubungan dengan green building juga sangat kuat. Green building bertujuan mengurangi dampak lingkungan melalui efisiensi energi, efisiensi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta peningkatan kualitas lingkungan dalam bangunan. Teknologi digital memperkuat seluruh tujuan tersebut melalui kemampuan memantau kondisi bangunan secara waktu nyata. Pengelola dapat mengetahui konsumsi energi setiap lantai, memprediksi kebutuhan pemeliharaan peralatan, serta mengoptimalkan penggunaan fasilitas berdasarkan data yang terus diperbarui.
Bagi Indonesia, hasil penelitian ini memberikan pelajaran yang sangat penting. Pemerintah sedang mempercepat pembangunan infrastruktur digital, memperluas jaringan internet, mengembangkan pusat data nasional, dan mendorong pengembangan kota cerdas di berbagai daerah. Pada saat yang sama, Indonesia juga memiliki target menurunkan emisi karbon dan memperluas penerapan bangunan hijau. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua agenda tersebut sebaiknya dipandang sebagai satu kesatuan. Pembangunan digital tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan publik, tetapi juga harus menjadi fondasi bagi transformasi hijau di berbagai sektor.
Kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan transformasi tersebut. Pemerintah menyediakan arah kebijakan dan infrastruktur digital. Dunia usaha mengembangkan teknologi yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan. Perguruan tinggi menghasilkan penelitian dan inovasi baru. Masyarakat kemudian memanfaatkan teknologi tersebut sekaligus mendorong penerapan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa masa depan industri hijau tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menyatukan kebijakan digital dengan tujuan keberlanjutan. Ketika digitalisasi, kecerdasan buatan, dan pembangunan kota cerdas diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan mempercepat inovasi hijau, perusahaan akan menjadi lebih produktif sekaligus lebih ramah lingkungan. Bagi sektor smart building dan green building, temuan ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa transformasi menuju bangunan rendah karbon tidak hanya dimulai dari teknologi di dalam gedung, tetapi juga dari ekosistem digital yang dibangun secara terpadu di tingkat kota, industri, dan kebijakan nasional.
Baca juga artikel tentang: Inovasi Hijau: Mengubah Limbah Telur Menjadi Material Bangunan Masa Depan
REFERENSI:
Liu, Tingting & Yao, Zengfu. 2026. The impact of digital-intelligent policy synergy on corporate green transformation: A perspective based on new-quality productive forces. Journal of Cleaner Production 538, 147205.





