Indoor Air Quality / IAQ
Keadaan udara dalam bangunan terkait sumber polutan, ventilasi, kelembapan, dan paparan penghuninya.
Kualitas udara dalam ruang berkaitan dengan kandungan udara dan dampaknya bagi penghuni bangunan. Sumber pencemar dapat berasal dari bahan, aktivitas, peralatan, kelembapan, maupun udara luar. Ruangan yang terasa dingin atau beraroma harum belum tentu memiliki kualitas udara yang baik.
Pengendalian mengutamakan pengurangan sumber, pertukaran udara yang sesuai, dan penyaringan bila diperlukan. Parameter pengamatan dapat mencakup partikulat, karbon dioksida, senyawa tertentu, suhu, dan kelembapan. Setiap indikator menjawab pertanyaan berbeda; satu sensor tidak dapat mewakili semua jenis pencemar.
Sebagai contoh, konsentrasi CO₂ yang meningkat selama rapat dapat mengindikasikan akumulasi emisi pernapasan pada kondisi tertentu. Nilai tersebut perlu dibaca bersama okupansi dan udara luar. CO₂ rendah tidak membuktikan ruang bebas partikel halus, gas dari bahan, atau sumber pencemar lain.
Pemilihan sensor, lokasi pengukuran, kalibrasi, dan durasi pengamatan memengaruhi kesimpulan. Ketika muncul keluhan, telusuri sumber dan kondisi bangunan secara menyeluruh. Ambang evaluasi perlu mengikuti parameter serta pedoman yang relevan, dengan perhatian khusus terhadap kelompok rentan dan fungsi ruang yang digunakan.
Istilah terkait pencarian: IAQ; KUDR; indoor air quality; CO2; PM2.5



