Life-cycle costing; LCC
Penilaian biaya investasi, operasi, pemeliharaan, penggantian, dan akhir umur dalam periode kajian yang sama.
Analisis biaya siklus hidup membandingkan pengeluaran sepanjang masa kajian suatu bangunan atau sistem. Komponen yang dinilai dapat mencakup investasi, energi, air, pemeliharaan, penggantian, dan nilai sisa. Pendekatan ini membantu membandingkan pilihan dengan harga awal dan biaya operasi berbeda.
Biaya pada tahun mendatang dikonversi ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto. Harga energi, umur peralatan, dan jadwal penggantian memengaruhi hasil. Asumsi harga riil atau nominal harus konsisten dengan tingkat diskonto yang dipakai.
Misalnya, investasi tambahan Rp10 juta menghasilkan penghematan bersih Rp3 juta per tahun selama lima tahun. Pada diskonto 5%, nilai kini penghematannya sekitar Rp12,99 juta. Selisih terhadap investasi sekitar Rp2,99 juta sebelum memperhitungkan komponen lain.
Analisis ini berbeda dari analisis dampak lingkungan dan pengembalian modal sederhana. Uji sensitivitas diperlukan ketika tarif, jam operasi, atau umur alat belum pasti. Alternatif juga harus memberikan tingkat layanan dan periode penilaian yang sebanding.
Istilah terkait pencarian: LCC; biaya daur hidup; whole-life cost



