Pengetahuan untuk bangunan yang lebih baik. Dampak untuk masa depan.SMART & GREEN BUILDING

Jejak Air

← Kembali ke ensiklopedia A–Z
Air & Lanskap

Water footprint

Penilaian penggunaan dan keterkaitan air dengan kegiatan bangunan, termasuk penggunaan langsung maupun rantai pasok.

Jejak air menggambarkan keterkaitan suatu kegiatan atau produk dengan penggunaan sumber daya air. Pada bangunan, cakupannya dapat meliputi operasi dan produksi material. Besaran ini lebih luas daripada pembacaan meter air pada batas tapak.

Metode kajian dapat membedakan sumber air, lokasi, waktu, dan bentuk penggunaannya. Konsumsi air yang tidak kembali ke sistem asal berbeda dari sekadar pengambilan air. Volume yang sama juga dapat memiliki konsekuensi berbeda pada wilayah dengan kelangkaan air berbeda.

Contohnya, penggantian material dapat menurunkan air yang digunakan selama produksi tetapi belum tentu menurunkan kebutuhan air saat bangunan beroperasi. Perbandingan perlu memakai fungsi bangunan, periode kajian, serta batas rantai pasok yang setara.

Nyatakan metode penilaian dan hindari menjumlahkan indikator volume dengan indikator dampak yang berbeda satuan. Ketersediaan data pemasok sering menjadi keterbatasan penting. Pengurangan jejak air perlu mempertimbangkan mutu air, kondisi daerah sumber, dan kemungkinan perpindahan dampak.

Istilah terkait pencarian: water footprint; air tertanam; embodied water