Inovasi Hijau untuk Hunian Aman: Komposit Kayu Tahan Api sebagai Jawaban di Masa Depan
Para peneliti kini semakin gencar mencari bahan bangunan yang aman, kuat, sekaligus ramah lingkungan. Bukan hanya demi mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus tumbuh, terutama di negara berkembang seperti Afrika Selatan. Salah satu gagasan menarik datang dari penelitian terbaru tentang bahan komposit berbasis kayu yang tahan api. Bahan ini disebut wood rubber plastic composite atau komposit kayu plastik karet. Tujuannya sederhana namun penting: menggantikan kayu biasa yang mudah terbakar dengan bahan baru yang lebih aman dan tetap memiliki kelebihan kayu.
Selama ini, kayu menjadi bahan populer untuk rumah karena ringan, mudah dibentuk, dan harganya relatif terjangkau. Namun, kayu memiliki kelemahan besar yaitu mudah terbakar. Di daerah padat penduduk atau wilayah yang sering mengalami kebakaran, risiko ini bisa berakibat fatal. Di sinilah komposit kayu plastik karet mulai dilirik. Bahan ini dibuat dengan mencampurkan serat kayu atau partikel kayu dengan plastik daur ulang dan bahkan bubuk ban bekas. Campuran tersebut lalu diberi bahan tambahan agar tahan api dan lebih kuat.
Baca juga artikel tentang: Menghubungkan Kesehatan dan Lingkungan: Dampak Positif Bangunan Hijau terhadap Kesehatan Penghuni
Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi risiko kebakaran. Penggunaan plastik daur ulang dan ban bekas berarti limbah yang sulit terurai kini mendapatkan fungsi baru. Lingkungan pun ikut diuntungkan karena jumlah sampah plastik dan karet yang masuk ke tempat pembuangan atau mencemari alam bisa berkurang. Selain itu, komposit semacam ini dapat mengurangi tekanan terhadap hutan karena kebutuhan kayu murni menjadi lebih sedikit.
Namun, upaya membuat kayu komposit yang aman tidak selalu mudah. Banyak komposit berbasis kayu yang selama ini dikembangkan masih memiliki masalah. Misalnya, bahan tersebut tetap mudah terbakar atau menghasilkan asap beracun saat terbakar. Penelitian terbaru mencoba mengatasi masalah ini dengan menambahkan zat pemadam api yang tidak beracun. Tujuannya agar jika terjadi kebakaran, material ini tidak mudah menyala dan tidak menyebarkan api dengan cepat.

Diagram Skematik proses fabrikasi WPC menggunakan metode ekstrusi (Maake, dkk. 2025).
Bayangkan dinding rumah yang terbakar lebih lambat sehingga penghuni punya waktu lebih untuk menyelamatkan diri. Atau atap rumah yang tidak langsung runtuh karena api lebih sulit menjalar. Itulah gambaran manfaat bahan komposit kayu plastik karet yang sudah dimodifikasi menjadi tahan api.
Menariknya, bahan ini tidak hanya ditujukan untuk perumahan formal yang dibangun oleh pengembang. Afrika Selatan memiliki banyak kawasan hunian informal yang sering disebut permukiman kumuh atau kampung liar. Rumah di kawasan ini biasanya terbuat dari bahan sederhana, sering kali kayu atau logam tipis, yang sangat rentan terbakar. Kebakaran di kawasan ini dapat menjalar dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan. Bahan bangunan yang lebih aman bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Selain aman dari api, komposit kayu plastik karet juga menawarkan beberapa kelebihan teknis. Material ini memiliki kekuatan mekanik yang baik sehingga cukup kuat untuk digunakan sebagai papan dinding, penutup lantai, atau elemen lain pada bangunan. Karena mengandung plastik, bahan ini cenderung lebih tahan terhadap air dan serangga dibandingkan kayu biasa. Rumah pun bisa lebih awet tanpa perawatan mahal.
Proses pembuatannya pun semakin berkembang. Para peneliti mempelajari bagaimana campuran yang tepat antara serat kayu, plastik, dan karet bisa menghasilkan material terbaik. Bahkan jenis bahan tambahan untuk meningkatkan ketahanan api juga diteliti agar tetap aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Ini penting, karena beberapa bahan pemadam api yang digunakan di masa lalu ternyata bersifat beracun.
Banyak orang mungkin bertanya, apakah bahan ini benar benar cocok untuk masyarakat berpenghasilan rendah? Di sinilah penelitian memainkan peran penting. Para ilmuwan mengevaluasi tidak hanya kekuatan dan keamanan material, tetapi juga faktor biaya. Jika biaya produksi dapat ditekan, maka bahan ini bisa diproduksi massal dan dijual dengan harga terjangkau. Penggunaan plastik dan ban bekas menjadi nilai tambah karena bahan baku tersebut relatif murah dan melimpah.

Diagram skematis impregnasi kayu dan persiapan sampel (Maake, dkk. 2025).
Penelitian ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Dunia kini bergerak menuju model ekonomi melingkar, yaitu sistem di mana limbah dari satu proses menjadi bahan baku bagi proses lain. Komposit kayu plastik karet menjadi contoh nyata penerapan konsep ini. Limbah plastik yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan kini berubah menjadi bagian dari solusi perumahan aman dan tahan lama.
Tentu saja, masih ada tantangan. Salah satunya adalah soal penerimaan masyarakat. Banyak orang merasa lebih nyaman menggunakan kayu asli karena sudah terbiasa. Ini berarti edukasi perlu dilakukan. Pemerintah, akademisi, dan industri harus bekerja sama mengenalkan bahan baru ini sekaligus menjelaskan kelebihannya.
Standar mutu dan regulasi juga perlu disiapkan. Material bangunan yang digunakan masyarakat harus benar benar diuji untuk memastikan keamanannya. Dengan pengawasan yang baik, bahan komposit kayu plastik karet bisa digunakan baik di perumahan formal maupun informal tanpa menimbulkan risiko baru.
Jika dikembangkan dengan baik, Afrika Selatan bisa menjadi contoh negara yang berhasil memadukan kebutuhan perumahan terjangkau dengan inovasi teknologi ramah lingkungan. Pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi negara lain dengan tantangan serupa, termasuk Indonesia. Banyak wilayah di Indonesia juga menghadapi masalah kebakaran permukiman serta kebutuhan bahan bangunan murah dan aman. Bukan tidak mungkin teknologi serupa suatu saat dapat diterapkan di sini.
Penelitian tentang komposit kayu plastik karet yang tahan api menunjukkan bahwa solusi untuk masalah besar sering kali datang dari pendekatan lintas bidang. Ilmu bahan, teknik kimia, pengelolaan limbah, hingga perencanaan kota saling terhubung. Ketika para ahli dari berbagai bidang bekerja bersama, kita bisa mendapatkan bahan bangunan yang lebih aman, lebih ramah lingkungan, dan tetap terjangkau.
Kita hidup di dunia yang terus berubah. Kebutuhan akan rumah yang aman dan layak tidak akan pernah berhenti. Inovasi seperti ini memberi harapan bahwa pembangunan di masa depan tidak harus merusak lingkungan atau mengorbankan keselamatan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kerja sama berbagai pihak, bahan komposit kayu plastik karet yang tahan api bisa menjadi bagian penting dari masa depan perumahan yang lebih berkelanjutan.
Baca juga artikel tentang: Gedung Yang Bisa Berpikir: Standar Baru Mengukur Smart Building
REFERENSI:
Maake, Tebogo dkk. 2025. Fire-Retardant Wood Polymer Composite to Be Used as Building Materials for South African Formal and Informal Dwellings—A Review. Fire 8 (2), 81.








