Teknologi Jendela Canggih yang Membantu Selamatkan Bumi dari Dalam Rumah

Last Updated: 7 January 2026By
📖 ࣪ Banyaknya pembaca: 9

Jendela mungkin terlihat seperti bagian bangunan yang sederhana. Kita hanya menganggapnya sebagai celah tempat cahaya masuk dan tempat kita melihat pemandangan luar. Namun di balik kaca transparan itu, para ilmuwan di seluruh dunia sedang melakukan inovasi besar. Mereka ingin menjadikan jendela bukan sekadar pembatas ruangan, tetapi juga alat cerdas yang bisa membantu manusia menghemat energi, menjaga kenyamanan ruangan, dan ikut menyelamatkan planet ini.

Salah satu inovasi terbaru datang dari sekelompok peneliti yang mengembangkan jendela pintar jenis baru. Teknologi ini disebut electrochromic window. Artinya, jendela tersebut bisa berubah warna dan tingkat kegelapannya dengan bantuan aliran listrik yang sangat kecil. Tujuan utamanya yaitu mengatur banyaknya cahaya dan panas matahari yang masuk ke dalam bangunan.

Baca juga artikel tentang: Menghubungkan Kesehatan dan Lingkungan: Dampak Positif Bangunan Hijau terhadap Kesehatan Penghuni

Selama ini, teknologi jendela pintar memang sudah dikenal. Namun kebanyakan masih memiliki keterbatasan. Misalnya, jendela hanya bisa menggelap atau menjadi sedikit buram tanpa bisa mengontrol jenis cahaya tertentu. Padahal cahaya matahari memiliki beberapa komponen, termasuk cahaya tampak yang membuat ruangan terang, serta radiasi inframerah yang membawa panas.

Nah, penelitian yang menjadi dasar artikel ini menawarkan sesuatu yang jauh lebih canggih. Para peneliti berhasil membuat jendela electrochromic yang memiliki empat mode operasi dan bahkan dapat menampilkan beberapa warna seperti kuning, oranye, hijau, dan hitam. Tidak hanya itu, jendela ini juga bisa mengatur secara terpisah cahaya tampak dan panas dari sinar inframerah. Dengan kata lain, pemilik bangunan bisa memilih apakah ingin membiarkan cahaya masuk tanpa panas, atau sebaliknya.

Teknologi ini bekerja dengan menggunakan bahan khusus seperti zinc anode dan elektroda film berbahan tungsten oxide. Bahan tersebut memungkinkan kaca berubah kondisi optiknya ketika dialiri listrik. Perubahan ini bukan sekadar dekorasi atau efek visual. Setiap warna dan mode memiliki peranan dalam mengatur suhu ruangan di berbagai musim dan kondisi cuaca.

Jendela elektrokromik multi-warna yang dapat beralih antara empat mode tampilan (bright, warm, cool, dark) dengan perubahan transmitansi cahaya dan warna pada berbagai panjang gelombang (Chen, dkk. 2025).

Bayangkan sebuah rumah di negara empat musim. Saat musim panas, sinar matahari membawa panas berlebih. Tanpa pengaturan yang tepat, penghuni harus menyalakan pendingin ruangan dalam waktu lama, yang berarti konsumsi energi meningkat. Dengan jendela ini, panas dari sinar inframerah bisa dikurangi tanpa harus menghalangi seluruh cahaya yang masuk. Ruangan tetap terang, tetapi tidak terlalu panas.

Sebaliknya, pada musim dingin, terkadang pemilik rumah justru ingin memanfaatkan panas matahari agar ruangan menjadi lebih hangat. Mode jendela dapat diatur sehingga lebih banyak panas masuk, sementara cahaya tetap terkontrol. Semua ini membantu menurunkan ketergantungan pada pemanas atau pendingin buatan.

Menariknya lagi, hasil simulasi menunjukkan bahwa jendela pintar ini lebih efisien dibandingkan kaca komersial biasa di sebagian besar iklim global. Efisiensi tersebut berarti konsumsi energi bangunan dapat berkurang secara signifikan. Kita tahu bahwa bangunan adalah salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Pendingin ruangan, pemanas, dan sistem ventilasi memerlukan energi dalam jumlah besar. Jadi, jika jendela mampu membantu mengurangi kebutuhan energi itu, dampaknya akan besar bagi lingkungan.

Teknologi ini tidak hanya berhenti pada fungsi pengatur suhu. Energi yang dihasilkan perangkat ini bahkan bisa dimanfaatkan untuk memberi daya pada perangkat kecil di dalam bangunan. Jadi selain menghemat energi, ada kemungkinan teknologi ini ikut memasok sedikit energi tambahan.

Tentu saja, pengembangan teknologi seperti ini tidak hanya soal kecanggihan. Visual juga ikut dipertimbangkan. Jendela multi warna ini tidak hanya berfungsi sebagai pengatur cahaya, tetapi juga mempercantik tampilan bangunan. Pilihan warna memberi kesan modern dan futuristik. Bayangkan gedung perkantoran atau rumah masa depan dengan jendela yang bisa berubah warna sesuai kebutuhan penghuni atau kondisi cuaca.

Dampak yang lebih luas dari penelitian ini sangat menarik. Teknologi jendela pintar seperti ini akan mendukung perkembangan bangunan hijau atau green building. Konsep ini bertujuan untuk membuat bangunan yang lebih ramah lingkungan, hemat energi, dan nyaman bagi penghuninya. Dunia sedang bergerak menuju target netral karbon. Artinya, kita perlu menurunkan emisi gas rumah kaca sedapat mungkin. Salah satu cara yang paling efektif yaitu melalui inovasi teknologi bangunan seperti ini.

Namun tentu masih ada tantangan. Teknologi baru biasanya memerlukan biaya produksi yang lebih tinggi di awal. Diperlukan waktu agar teknologi ini bisa diproduksi massal dengan harga terjangkau. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami cara kerja dan manfaatnya. Edukasi tentang pentingnya efisiensi energi menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Meski begitu, arah perkembangan teknologi ini memberi harapan. Penelitian jendela electrochromic multi mode ini membuka pintu pada berbagai kemungkinan baru dalam desain bangunan. Dengan kemampuan mengontrol cahaya tampak dan panas secara terpisah, teknologi ini memberikan kebebasan lebih besar bagi arsitek, insinyur, dan pemilik bangunan.

Inovasi seperti ini mengingatkan kita bahwa solusi lingkungan tidak selalu harus berupa pengorbanan atau pembatasan. Terkadang, solusi itu justru hadir dalam bentuk teknologi cerdas yang membuat hidup lebih nyaman, efisien, dan indah pada saat yang sama. Jika teknologi ini benar benar berkembang dan digunakan secara luas, kita mungkin akan melihat masa depan di mana setiap jendela bukan hanya sekadar kaca. Jendela akan menjadi perangkat pintar yang bekerja diam diam menjaga kesejukan ruangan, menghemat energi, dan ikut melindungi bumi yang kita tinggali bersama.

Baca juga artikel tentang: Gedung Yang Bisa Berpikir: Standar Baru Mengukur Smart Building

REFERENSI:

Chen, Junyao dkk. 2025. A Multi‐Color Four‐Mode Electrochromic Window for All‐Season Thermal Regulation in Buildings. Advanced Energy Materials 15 (13), 2403414.


About the Author: Maratus Sholikah

Penulis sains yang mengubah riset kompleks menjadi cerita yang jernih, akurat, dan mudah dipahami. Berpengalaman menulis untuk media sains, dan platform digital, serta berfokus pada konten berbasis data yang kuat, tajam, dan relevan.

Leave A Comment