CEDSGREEB Kunjungi GRC Board, Dorong Rumah Modular dan Prefabrikasi sebagai Alternatif Pembangunan yang Cepat, Adaptif, dan Modern
KARAWANG, 13 Agustus 2026. Perwakilan tim CEDSGREEB melakukan kunjungan kerja ke PT Cipta Papan Dinamika (GRC Board) di Karawang untuk mendalami sistem rumah modular sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan Bangunan Niremisi Tropis (BENTRO). Kunjungan ini memperlihatkan bahwa rumah modular dan teknologi prefabrikasi dapat menjadi alternatif pendirian bangunan yang lebih cepat, terencana, dan adaptif terhadap beragam kebutuhan.
Pertemuan yang berlangsung di GRC Plant Karawang tersebut dihadiri oleh Sentagi Sesotya Utami, Faridah, Nur Abdillah Siddiq, beserta tim CEDSGREEB. GRC Board diwakili oleh Sandy Harsanto, Aris, Linda, dan Roni dari bidang pengembangan produk, desain, pengelolaan pabrik, serta riset dan pengembangan.
Dari Pabrik ke Lokasi Pembangunan
Secara sederhana, prefabrikasi adalah metode membuat komponen bangunan terlebih dahulu di lingkungan produksi yang terkendali (pabrik), lalu mengirimkannya ke lokasi untuk dirakit. Rumah modular menerapkan prinsip tersebut melalui bagian atau modul dengan ukuran, fungsi, dan sistem sambungan tertentu. Pekerjaan di lokasi pun dapat lebih berfokus pada persiapan lahan, perakitan, penyambungan, dan penyelesaian akhir.
Dalam pemaparannya, GRC Board menjelaskan bahwa rumah modular dapat dibangun lebih cepat karena bagian-bagiannya telah disiapkan terlebih dahulu dan tinggal dirakit di lokasi, seperti menyusun kepingan puzzle menjadi sebuah rumah. Terdapat tiga pilihan sistem dinding, yaitu drywall yang menggunakan rangka baja ringan dan papan GRC tipis, GRC panel yang memakai panel lebih tebal sekitar 5 sentimeter untuk dinding dalam dan 7,5 sentimeter untuk dinding luar, serta single wall yang menggunakan satu lapis papan GRC setebal 1,5 sentimeter. Rumah modular ini juga dirancang dengan rangka atap baja ringan, atap metal pasir, lantai plester, pintu dan jendela, kamar mandi, serta instalasi listrik dasar sehingga dapat menjadi alternatif bangunan yang kuat, praktis, dan lebih cepat didirikan dibandingkan bangunan konvensional.

Selain kecepatannya, GRC Board juga memaparkan sistem yang ditawarkan memiliki beberapa keunggulan lain seperti proses pemasangan yang mudah, ringkas, kuat, ekonomis, serta tahan terhadap api dan rayap. Ketersediaan spesifikasi material juga memungkinkan sejumlah tahapan pekerjaan dilakukan dalam waktu relatif singkat, dengan estimasi sekitar empat hingga tujuh hari bergantung pada lingkup dan kesiapan pekerjaan. Estimasi tersebut bukan jaminan bahwa setiap rumah selesai seluruhnya dalam tujuh hari karena durasi akhir tetap dipengaruhi desain, ukuran, fondasi, kondisi lokasi, logistik, perizinan, dan pekerjaan utilitas.
Mengapa Layak Menjadi Alternatif?
Pada konstruksi konvensional, banyak pekerjaan dilakukan secara berurutan di lokasi. Dalam sistem prefabrikasi, produksi komponen di pabrik dapat berjalan bersamaan dengan persiapan tapak. Pola kerja paralel inilah yang berpotensi mempersingkat jadwal pembangunan. Produksi di lingkungan yang terkendali juga membuka peluang untuk menjaga konsistensi ukuran dan mutu, mengurangi kesalahan pemasangan, serta membatasi sisa material di lokasi.
Dari sisi anggaran, GRC Board menyampaikan bahwa biaya rumah modular tidak selalu jauh berbeda dibandingkan bangunan konvensional. Keuntungan ekonominya justru dapat muncul dari durasi pekerjaan yang lebih pendek, penggunaan tenaga dan peralatan yang lebih terencana, serta berkurangnya biaya tidak langsung. Karena itu, penilaian perlu memperhitungkan waktu, mutu, risiko keterlambatan, pemeliharaan, dan umur layan bangunan, bukan hanya harga material per satuan.

Rumah modular juga tidak harus dipahami sebagai bangunan sementara, pasca bencana, atau bangunan dengan pilihan desain yang terbatas. Standarisasi komponen dapat dipadukan dengan variasi tata ruang, tampilan, dan penyelesaian permukaan. Jika dirancang sesuai kebutuhan pengguna dan kondisi setempat, pendekatan ini dapat dipertimbangkan untuk hunian maupun fasilitas lain yang menuntut proses pembangunan lebih cepat dan terukur.
BENTRO sebagai Living Laboratory
Dalam kunjungan, CEDSGREEB memaparkan BENTRO sebagai sarana riset, showcase elemen bangunan hijau, dan living laboratory. Material serta sistem bangunan tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dapat diuji secara dinamis sesuai karakter produk dan kebutuhan penelitian. CEDSGREEB juga merencanakan e-katalog yang menjelaskan material, fungsi, dan aspek keberlanjutannya agar masyarakat memperoleh informasi yang mudah dipahami.
Keberadaan bangunan percontohan menjadi penting karena gagasan mengenai rumah modular, material prefabrikasi, dan bangunan rendah emisi perlu ditunjukkan melalui bukti nyata. Pengunjung, peneliti, pelaku industri, pengembang, dan pembuat kebijakan dapat melihat cara pemasangan, menilai kenyamanan, serta mempelajari data kinerja sebelum mendorong penerapannya dalam skala yang lebih luas.
Meski demikian, penggunaan prefabrikasi tidak otomatis membuat sebuah bangunan menjadi rendah emisi. Penilaian tetap perlu mencakup asal bahan baku, energi produksi, transportasi, proses konstruksi, kinerja selama digunakan, kebutuhan perawatan, dan kemungkinan penggunaan kembali atau pembongkaran pada akhir masa pakai. Di sinilah BENTRO dapat berperan sebagai ruang pengujian yang menjembatani klaim produk dengan data teknis.
Regulasi dan Dampak Sosial Tetap Perlu Diperhatikan
Diskusi juga mengidentifikasi sejumlah tantangan. Spesifikasi pada program perumahan pemerintah, termasuk perumahan aparatur sipil negara, belum tentu langsung sesuai dengan sistem modular yang tersedia. Regulasi yang terlalu kaku dapat memperlambat adopsi material atau metode alternatif, sementara industri juga memerlukan pengembang yang mampu menjadi mitra berkelanjutan.
Aspek sosial-ekonomi pun perlu dikelola dengan cermat. Konstruksi yang lebih cepat dan terindustrialisasi dapat mengubah kebutuhan tenaga kerja di lapangan. Oleh sebab itu, penerapan rumah modular sebaiknya dibarengi dengan peningkatan keterampilan pekerja lokal, pengembangan jaringan pemasok, dan penyesuaian teknologi terhadap kebutuhan daerah agar manfaat efisiensi tidak mengabaikan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Menyiapkan Kolaborasi Lanjutan
GRC Board menyambut baik konsep BENTRO dan rencana e-katalog, terutama dalam kaitannya dengan penggunaan material hijau dan edukasi publik. Sebagai tindak lanjut, CEDSGREEB akan menyiapkan informasi yang lebih lengkap berupa desain, rencana anggaran biaya, pilihan material, dan spesifikasi teknis untuk dipelajari oleh manajemen GRC Board.

Kedua pihak juga menjajaki pelaksanaan focus group discussion di Yogyakarta untuk membahas perhitungan emisi, pengembangan BENTRO, prefabrikasi hunian, serta peluang kolaborasi lintas pihak. Sistem dan produk GRC Board berpeluang dipertimbangkan sebagai bagian dari showcase BENTRO dan e-katalog setelah melalui pembahasan serta pengujian yang diperlukan.
Kunjungan ini menegaskan bahwa rumah modular dan prefabrikasi bukan sekadar cara membangun lebih cepat. Keduanya menawarkan pendekatan pembangunan yang lebih terencana dan berpotensi lebih efisien, sekaligus menuntut kesiapan desain, standar, regulasi, industri, dan sumber daya manusia. Dengan dukungan riset serta bangunan percontohan seperti BENTRO, masyarakat dapat menilai alternatif ini berdasarkan kinerja nyata, bukan hanya berdasarkan anggapan.








