Teknologi OpenBIM Membantu Kita Tahu Mana Solusi Rendah Karbon yang Layak Diterapkan

Last Updated: 9 January 2026By
📖 ࣪ Banyaknya pembaca: 1

Banyak orang sepakat bahwa mengurangi emisi karbon itu penting. Perubahan iklim semakin terasa dampaknya dan sektor bangunan menyumbang porsi besar terhadap emisi global. Mulai dari bahan bangunan, proses konstruksi, hingga penggunaan gedung sehari hari, semuanya membutuhkan energi dan menghasilkan karbon. Maka tidak heran jika kini muncul dorongan kuat agar bangunan dirancang menjadi lebih ramah lingkungan.

Namun, ada satu pertanyaan besar yang sering muncul. Mengurangi emisi karbon itu baik, tetapi siapa yang menanggung biayanya? Tidak semua langkah ramah lingkungan murah. Beberapa malah membutuhkan investasi awal yang cukup besar. Di sinilah muncul dilema. Bagaimana cara mengetahui langkah mana yang paling efektif menurunkan emisi, tetapi tetap masuk akal secara ekonomi?

Baca juga artikel tentang: Menghubungkan Kesehatan dan Lingkungan: Dampak Positif Bangunan Hijau terhadap Kesehatan Penghuni

Sebuah penelitian terbaru mencoba menjawab tantangan tersebut. Para peneliti memperkenalkan cara baru untuk menghitung biaya pengurangan karbon pada desain bangunan dengan bantuan teknologi bernama OpenBIM. Hasilnya bukan hanya membantu arsitek dan insinyur, tetapi juga pembuat kebijakan dan pemilik proyek agar bisa memilih solusi yang benar benar memberi manfaat optimal.

Mengapa Mengurangi Emisi di Bangunan Tidak Sesederhana Kedengarannya

Mengurangi emisi karbon di bangunan bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya menggunakan material yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan isolasi dinding, mengganti jendela, atau memasang panel surya. Setiap langkah memiliki biaya, dan setiap langkah memberikan pengurangan emisi yang berbeda.

Masalahnya, selama ini sulit menghitung secara tepat berapa biaya yang dikeluarkan untuk setiap unit karbon yang berhasil dikurangi. Tanpa perhitungan yang jelas, keputusan sering kali hanya berdasarkan tebakan atau tren. Akibatnya, ada risiko memilih langkah yang mahal tetapi efeknya kecil atau bahkan tidak terlalu signifikan.

Penelitian ini memperkenalkan konsep yang disebut marginal abatement cost atau MAC. Sederhananya, MAC menunjukkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk mengurangi satu unit emisi karbon tertentu. Semakin rendah nilainya, semakin ekonomis langkah tersebut.

Teknologi OpenBIM Menjadi Kunci

Kunci utama penelitian ini terletak pada penggunaan OpenBIM. BIM atau Building Information Modeling adalah teknologi digital yang memungkinkan seluruh data bangunan disimpan dalam satu model terintegrasi. OpenBIM berarti data tersebut bisa dibuka dan dipertukarkan lintas perangkat lunak dengan format standar internasional.

Mengapa ini penting? Karena selama ini data bangunan tersebar di banyak sumber dan format. Hal ini menyulitkan perhitungan yang akurat dan konsisten. Dengan OpenBIM, peneliti bisa menggabungkan data biaya siklus hidup bangunan dan emisi karbon sepanjang umur bangunan dalam satu platform.

Melalui model ini, para peneliti dapat menghitung dua hal sekaligus. Pertama, total emisi karbon sepanjang umur bangunan. Kedua, biaya total yang dikeluarkan sejak pembangunan hingga masa penggunaan. Setelah itu, mereka bisa menghitung MAC untuk setiap langkah pengurangan karbon yang diterapkan.

OpenBIM memanfaatkan standar IFC untuk mengintegrasikan data dan menghitung karbon serta biaya siklus hidup secara otomatis, sehingga memungkinkan analisis Marginal Abatement Cost (MAC) guna menentukan strategi rendah karbon yang paling efisien, meningkatkan pengambilan keputusan, dan menurunkan biaya proyek (Lu & Deng, 2025).

Studi Kasus di Sebuah Bangunan Umum di China

Untuk membuktikan metode ini, para peneliti melakukan studi kasus pada sebuah bangunan publik di China. Mereka menerapkan dua belas langkah pengurangan karbon yang berbeda. Setelah dihitung, ternyata hasilnya tidak seragam.

Delapan langkah menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan sejalan dengan penurunan emisi. Artinya, semakin banyak emisi yang dikurangi, semakin baik pula efisiensi biayanya. Namun, empat langkah lainnya justru menunjukkan sebaliknya. Biaya meningkat, tetapi penurunan emisinya tidak sebanding.

Temuan ini sangat penting. Artinya, tidak semua langkah ramah lingkungan otomatis efektif secara ekonomi. Ada strategi yang memang layak diterapkan karena memberikan manfaat besar dengan biaya masuk akal. Namun ada juga strategi yang perlu dipertimbangkan ulang atau disesuaikan dengan kondisi proyek.

Menghindari Keputusan yang Salah Kaprah

Salah satu pesan utama penelitian ini adalah jangan asal meningkatkan standar hijau tanpa perhitungan matang. Kadang kita tergoda untuk mengejar target tinggi tanpa memastikan apakah langkah yang diambil efisien. Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan harus berbasis angka dan perhitungan komprehensif.

Dengan metode ini, para desainer, kontraktor, dan pemilik bangunan bisa menentukan strategi pengurangan karbon yang terbaik. Tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi keuangan. Hal ini sangat membantu terutama untuk proyek proyek besar yang melibatkan dana publik.

Manfaat Lebih Luas Bagi Industri Konstruksi

Selain memberikan metode perhitungan baru, penelitian ini juga menyelesaikan masalah penting lain. Yaitu kesulitan mengelola data yang berasal dari berbagai sumber. OpenBIM memungkinkan data disimpan dalam format standar sehingga bisa diakses dan dianalisis dengan lebih mudah.

Dengan begitu, proses evaluasi tidak lagi bergantung pada perangkat lunak tertentu. Hal ini meningkatkan transparansi dan memudahkan kerja sama antar tim dalam proyek konstruksi.

Menuju Masa Depan Bangunan Rendah Karbon yang Cerdas

Pada akhirnya, penelitian ini menjadi langkah maju dalam upaya membangun lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dunia memang membutuhkan lebih banyak bangunan rendah karbon. Namun, transisi ini harus berjalan realistis. Investasi yang dilakukan harus memberikan manfaat nyata dan terukur.

Dengan pendekatan ilmiah seperti ini, keputusan dalam desain bangunan tidak lagi sekadar mengikuti tren. Setiap langkah dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi dan lingkungan. Kita pun bisa bergerak menuju masa depan yang lebih hijau, tanpa membebani generasi saat ini maupun yang akan datang.

Baca juga artikel tentang: Gedung Yang Bisa Berpikir: Standar Baru Mengukur Smart Building

REFERENSI:

Lu, Kun & Deng, Xueyuan. 2025. OpenBIM driven marginal abatement cost of low-carbon measures in building design. Applied Energy 377, 124477.

About the Author: Maratus Sholikah

Green-Tech Writer dengan 7 tahun pengalaman dan 3.000+ artikel Science & Sustainability yang sudah dipublikasikan. Spesialis mengubah riset kompleks menjadi narasi jernih berbasis data. Karyanya menjangkau topik Green Technology, Biodiversity, hingga Climate Science untuk media sains dan platform digital.

Leave A Comment