A tall white building with trees

AI-generated content may be incorrect.

Penerapan Konsep Green Campus di Universitas Gadjah Mada: Studi Kasus Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC)

Last Updated: 27 March 2025By
📖 ࣪ Banyaknya pembaca: 6

Pendahuluan

Seiring dengan meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan, konsep “Green Campus” menjadi semakin relevan dalam dunia pendidikan. Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mewujudkan kampus berkelanjutan. Salah satu manifestasi nyata dari upaya ini adalah pembangunan Smart and Green Learning Center (SGLC), sebuah gedung perkuliahan yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi. Keberadaan gedung ini tidak hanya sekadar sebagai fasilitas akademik, tetapi juga sebagai representasi dari komitmen UGM dalam mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan kampus. Melalui perancangan yang matang, implementasi teknologi hijau, serta kebijakan pengelolaan sumber daya yang efisien, SGLC menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya dalam mewujudkan konsep Green Campus yang konkret dan berdampak nyata.

Konsep Green Campus dan Bangunan Hijau

A tall white building with trees

AI-generated content may be incorrect.

Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC)

Sumber foto: https://ft.ugm.ac.id/

Green Campus adalah pendekatan dalam pengelolaan lingkungan kampus yang bertujuan menciptakan keberlanjutan dalam berbagai aspek, seperti infrastruktur, penggunaan energi, konservasi air, dan pengelolaan limbah. Konsep ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan, dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang lebih ramah lingkungan. Penerapan Green Campus tidak hanya sebatas pembangunan fisik yang berkelanjutan, tetapi juga mencakup perubahan budaya akademik yang lebih sadar lingkungan, di mana civitas akademika dilibatkan dalam berbagai program edukatif dan aktivitas sehari-hari yang mendukung keberlanjutan. Melalui seminar, penelitian, serta implementasi praktik ramah lingkungan dalam kehidupan kampus, Green Campus menjadi bagian integral dari identitas akademik yang tidak hanya mencetak lulusan unggul tetapi juga peduli terhadap lingkungan.

Bangunan hijau atau green building merupakan salah satu aspek utama dalam Green Campus. Green building adalah bangunan yang dirancang dan dioperasikan dengan prinsip efisiensi energi, pemanfaatan sumber daya alam yang optimal, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Bangunan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan tetapi juga bagi penghuninya, seperti meningkatkan kenyamanan dan produktivitas. Lebih dari itu, bangunan hijau juga berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon institusi, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, serta mendukung kesejahteraan penghuni dengan menciptakan ruang yang sehat dan nyaman. Dengan desain yang cermat, pemilihan material yang ramah lingkungan, serta penerapan teknologi cerdas dalam pengelolaan energi dan air, bangunan hijau semakin menjadi kebutuhan bagi institusi pendidikan di era modern.

Bangunan hijau di lingkungan akademik dapat menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami serta mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Di berbagai negara, kampus-kampus besar telah menerapkan konsep ini dan membuktikan bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan perkembangan akademik serta inovasi teknologi. Dengan adanya gedung seperti SGLC, mahasiswa tidak hanya dapat mempelajari teori tentang keberlanjutan, tetapi juga melihat langsung bagaimana implementasi teknologi hijau diterapkan dalam kehidupan nyata. Kampus hijau memberikan pengalaman belajar yang lebih holistik, di mana mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga mengembangkan kesadaran dan keterampilan dalam menjaga lingkungan yang lebih baik untuk masa depan.

Smart and Green Learning Center: Wujud Konkret Green Building di UGM

A room with a long table and chairs

AI-generated content may be incorrect.

Ruang dengan pencahayaan alami di Gedung Smart and Green Learning Center

Sumber: dokumentasi penulis

Desain dan Konstruksi Berkelanjutan

Gedung Smart and Green Learning Center di UGM dibangun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Desain arsitekturnya mengedepankan efisiensi energi dan pemanfaatan sumber daya yang ramah lingkungan. Beberapa aspek utama dalam desain dan konstruksi yang mencerminkan konsep green building antara lain:

1. Pemanfaatan Cahaya Alami
Gedung ini dirancang dengan banyak bukaan dan jendela besar untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pencahayaan buatan yang membutuhkan konsumsi listrik tinggi. Dengan pemanfaatan cahaya alami yang optimal, penggunaan energi listrik dapat ditekan secara signifikan, sementara penghuni gedung tetap mendapatkan kenyamanan visual yang lebih baik. Penggunaan dinding transparan dan reflektif juga membantu dalam mendistribusikan cahaya secara merata ke dalam ruangan, menciptakan suasana yang lebih terbuka dan produktif bagi aktivitas akademik.

2. Sistem Ventilasi yang Efisien
Sistem sirkulasi udara dioptimalkan melalui penggunaan ventilasi silang dan material bangunan yang mendukung pendinginan alami. Dengan demikian, kebutuhan akan sistem pendingin ruangan (AC) dapat diminimalkan. Selain itu, pemanfaatan teknologi bangunan pintar yang memungkinkan pengendalian otomatis suhu dan sirkulasi udara turut meningkatkan efisiensi energi. Ruang-ruang di dalam gedung dirancang agar memiliki aliran udara yang optimal, meminimalkan penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi dan menciptakan suasana yang lebih sehat bagi penghuninya.

3. Penggunaan Material Ramah Lingkungan
Dalam proses konstruksinya, SGLC menggunakan material bangunan yang memiliki jejak karbon rendah, seperti beton daur ulang, kayu bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council), dan kaca dengan teknologi rendah emisi. Material-material ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi, sehingga mengurangi kebutuhan perawatan dan renovasi dalam jangka panjang. Penggunaan cat ramah lingkungan dan insulasi berkualitas tinggi juga membantu dalam menjaga suhu ruangan agar tetap stabil tanpa konsumsi energi berlebih.

4. Efisiensi Penggunaan Air
Program efisiensi penggunaan air ini telah direncanakan dalam waktu dekat dengan mengintegrasikan sistem pengelolaan air canggih, termasuk pemanfaatan air hujan dan daur ulang air limbah untuk kebutuhan non-potable, seperti penyiraman tanaman dan flushing toilet. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi ketergantungan pada sumber air tanah, serta mendukung konservasi air jangka panjang. Selain itu, teknologi sensor pada kran dan toilet turut meminimalkan pemborosan, memastikan setiap tetes air dimanfaatkan secara optimal.

5. Penggunaan Energi Terbarukan

Solar panels on a roof

AI-generated content may be incorrect.

Panel surya di rooftop Gedung Smart and Green Learning Center

Sumber Foto: https://ft.ugm.ac.id/

Smart and Green Learning Center juga menerapkan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasionalnya. Salah satu langkah utama adalah pemasangan panel surya di atap gedung yang mampu menghasilkan energi listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, penerapan lampu LED hemat energi juga turut mengurangi konsumsi daya secara signifikan.

Untuk meningkatkan efisiensi energi, sistem manajemen gedung menggunakan teknologi smart building yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian penggunaan listrik secara otomatis. Sensor cahaya dan gerakan digunakan untuk mengatur pencahayaan serta pendingin ruangan agar hanya beroperasi saat diperlukan.

6. Manajemen Limbah dan Konservasi Lingkungan

Gedung ini juga mendukung program zero waste, di mana tersedia sistem pemilahan sampah yang ketat serta fasilitas pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Selain itu, di sekitar gedung ditanami berbagai tanaman endemik yang berfungsi sebagai area resapan air serta meningkatkan keanekaragaman hayati kampus.

Selain itu, implementasi teknologi rainwater harvesting memungkinkan pemanfaatan air hujan untuk berbagai keperluan non-potable, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tanah. Langkah-langkah ini sejalan dengan visi UGM untuk menciptakan kampus yang lebih hijau dan mandiri dalam sumber daya.

Kesimpulan

Universitas Gadjah Mada telah membuktikan komitmennya terhadap konsep Green Campus melalui pembangunan Smart and Green Learning Center. Gedung ini tidak hanya mencerminkan penerapan prinsip green building, tetapi juga menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan akademisi dalam memahami keberlanjutan secara langsung. Dengan desain yang efisien, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya yang bijaksana, gedung ini menjadi model ideal bagi pengembangan bangunan hijau di lingkungan pendidikan tinggi.

Penerapan Green Campus bukan sekadar investasi bagi masa kini, tetapi juga warisan bagi generasi mendatang. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, mulai dari pengurangan emisi karbon hingga peningkatan kenyamanan belajar, sudah sepatutnya setiap institusi pendidikan tinggi mulai beralih menuju konsep yang lebih berkelanjutan.

Meski ada tantangan seperti biaya awal yang tinggi dan kebutuhan akan perubahan budaya akademik, manfaat jangka panjang yang diperoleh jauh lebih besar. Oleh karena itu, UGM dapat menjadi contoh bagi universitas lain dalam menerapkan strategi keberlanjutan yang efektif. Kampus hijau bukan hanya impian, tetapi sebuah realitas yang dapat diwujudkan dengan komitmen dan inovasi yang berkelanjutan.

Referensi

United Nations Environment Programme. (2022). Green Buildings and Sustainable Development.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Bangunan Hijau di Indonesia.

Universitas Gadjah Mada. (2023). Laporan Tahunan UGM: Implementasi Green Campus.

World Green Building Council. (2022). The Role of Universities in Promoting Sustainable Buildings.

About the Author: Andi Sudarmanto

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Rata-rata bintang 0 / 5. Jumlah orang yang telah memberi rating: 0

Belum ada voting sejauh ini! Jadilah yang pertama memberi rating pada artikel ini.

Leave A Comment