BIM: Teknologi Digital yang Membantu Mewujudkan Bangunan Ramah Lingkungan

Last Updated: 8 January 2026By
📖 ࣪ Banyaknya pembaca: 1

Dunia konstruksi sedang berubah dengan sangat cepat. Kalau dulu membangun gedung hanya soal desain, bahan bangunan, dan pekerja di lapangan, sekarang teknologi digital ikut masuk dan memainkan peran besar. Salah satu teknologi yang semakin sering disebut adalah Building Information Modeling, atau lebih dikenal dengan BIM. Teknologi ini ternyata punya potensi besar dalam membantu menghadirkan bangunan hijau atau green building yang lebih ramah lingkungan.

Sebuah penelitian terbaru meninjau ratusan publikasi ilmiah dari berbagai negara untuk melihat bagaimana BIM digunakan dalam pembangunan green building. Jadi penelitian ini bukan membuat eksperimen baru, tetapi merangkum pengetahuan terbaru yang sudah ada. Metode seperti ini disebut bibliometric review, yang intinya menganalisis tren riset, topik yang paling banyak dibahas, serta arah perkembangan ilmu ke depan. Hasilnya memberi gambaran besar tentang peran BIM dalam dunia konstruksi berkelanjutan.

Baca juga artikel tentang: Menghubungkan Kesehatan dan Lingkungan: Dampak Positif Bangunan Hijau terhadap Kesehatan Penghuni

Apa itu BIM dan mengapa penting?

BIM bukan sekadar software gambar tiga dimensi. Banyak orang mengira BIM hanya seperti versi lebih canggih dari gambar desain komputer. Padahal, BIM jauh lebih dari itu. BIM adalah sistem cerdas yang menyimpan informasi lengkap tentang sebuah bangunan, mulai dari desain, struktur, material, konsumsi energi, siklus hidup material, hingga perawatan gedung setelah selesai dibangun.

Dengan kata lain, BIM membantu semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi:

  • arsitek
  • insinyur
  • kontraktor
  • pemilik gedung
  • bahkan penyewa

agar bisa melihat gambaran menyeluruh tentang bangunan tersebut.

Bangunan menjadi salah satu penyumbang besar emisi karbon di dunia. Energi yang digunakan untuk membangun, mendinginkan, memanaskan, dan menerangi bangunan sangat besar. Di sinilah green building hadir sebagai solusi. Namun membangun green building bukan hal mudah. Banyak aspek yang harus direncanakan dengan detail, seperti penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, daur ulang limbah konstruksi, dan sistem pengelolaan air.

BIM membantu menyederhanakan semua proses itu.

Apa yang ditemukan penelitian ini?

Penelitian ini menganalisis 297 publikasi ilmiah dari database Web of Science. Dari analisis tersebut, peneliti melihat adanya beberapa kelompok topik utama yang sering dibahas dalam kaitannya dengan BIM dan green building.

Building Information Modeling (BIM) mendukung bangunan hijau melalui visualisasi, analisis, manajemen dokumen, dan integrasi data pada seluruh tahap proyek, sekaligus membantu menilai aspek energi, emisi, pencahayaan, ventilasi, material, dan limbah untuk mencapai keberlanjutan (Fauzi, dkk. 2025).

Beberapa temuan pentingnya antara lain:

Pertama, BIM sering digunakan untuk menganalisis kinerja energi bangunan. Melalui simulasi digital, perancang bisa memperkirakan berapa banyak energi yang dibutuhkan gedung sebelum gedung itu benar benar dibangun. Hal ini memungkinkan penyesuaian desain sejak awal sehingga gedung bisa lebih hemat energi.

Kedua, BIM mendukung life cycle analysis (LCA). Artinya, BIM bisa membantu menghitung dampak lingkungan dari suatu material atau desain sejak bahan diproduksi, digunakan dalam bangunan, hingga akhirnya dibuang atau didaur ulang. Dengan cara ini, dampak lingkungan bisa diperkirakan lebih akurat.

Ketiga, BIM juga digunakan bersama alat rating keberlanjutan, seperti LEED atau Green Building Index. BIM mempermudah proses penilaian karena semua data sudah tersimpan secara terstruktur.

Keempat, penelitian juga menemukan bahwa tren masa depan akan semakin banyak membahas bagaimana BIM bisa dipakai untuk mengoptimalkan kinerja energi, menekan biaya, serta memudahkan pengawasan keberlanjutan bangunan.

Siapa yang diuntungkan dari penggunaan BIM?

Teknologi ini memberi manfaat bagi banyak pihak.

Pengembang dan kontraktor bisa menghindari kesalahan desain yang mahal karena semua simulasi dilakukan sebelum proses konstruksi dimulai. Arsitek bisa mengeksplorasi berbagai pilihan desain dengan cepat dan melihat dampak lingkungannya. Pemerintah atau lembaga sertifikasi green building juga diuntungkan karena proses verifikasi menjadi lebih transparan.

Bagi penghuni gedung, manfaatnya terasa dalam bentuk kenyamanan dan penghematan energi. Gedung yang lebih efisien berarti tagihan listrik lebih rendah, kualitas udara lebih baik, dan suhu ruangan lebih stabil.

BIM memberi kontribusi bagi masyarakat luas karena membantu mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan.

Tantangan yang masih dihadapi

Tentu saja tidak semua berjalan mulus. Penelitian ini juga menyoroti adanya hambatan dalam penerapan BIM secara luas.

Masih ada kurangnya keahlian di beberapa negara atau perusahaan. Banyak pelaku konstruksi yang belum terbiasa bekerja dengan sistem digital terintegrasi. Biaya awal implementasi BIM juga bisa tinggi, terutama untuk lisensi software dan pelatihan tenaga kerja.

Selain itu, koordinasi antara berbagai pihak sering menjadi tantangan. BIM bekerja optimal jika semua pihak mau berbagi data secara terbuka. Namun dalam praktiknya, beberapa perusahaan masih enggan berbagi informasi karena alasan bisnis.

Mengapa BIM penting untuk masa depan green building?

Tren dunia kini bergerak ke arah pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Negara negara terus mendorong target net zero emission, di mana jumlah emisi karbon yang dilepas ke atmosfer harus diseimbangkan dengan pen chłapan karbon. Green building menjadi salah satu pilar penting dalam upaya ini.

BIM hadir sebagai alat yang menyatukan teknologi digital dengan konsep keberlanjutan. Tanpa BIM, green building akan sulit direncanakan dan dipantau dengan akurat. Dengan BIM, keputusan desain tidak lagi berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan data.

Penelitian ini memberi pesan bahwa integrasi BIM dan green building bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kebutuhan dalam dunia konstruksi modern. Dengan penggunaan yang tepat, BIM bisa membantu membangun gedung yang lebih efisien, lebih ekonomis, dan lebih ramah lingkungan.

Dunia konstruksi sedang memasuki era baru. Teknologi digital seperti BIM membantu manusia memahami bangunan bukan hanya sebagai struktur beton dan baja, tetapi sebagai sistem hidup yang memengaruhi lingkungan, ekonomi, dan kualitas hidup penghuninya. Penelitian ini menunjukkan bahwa BIM memainkan peran besar dalam mendorong lahirnya lebih banyak bangunan hijau di masa depan.

Jika kita ingin kota kota yang lebih sehat, udara yang lebih bersih, dan sumber daya alam yang lebih terjaga, maka teknologi seperti BIM akan menjadi kunci perubahan. Bukan hanya bagi para ahli, tetapi juga bagi masyarakat luas yang sehari hari hidup dan bekerja di dalam gedung.

Baca juga artikel tentang: Gedung Yang Bisa Berpikir: Standar Baru Mengukur Smart Building

REFERENSI:

Fauzi, Muhammad Ashraf dkk. 2025. Building information modeling (BIM) in green buildings: a state-of-the-art bibliometric review. International Journal of Building Pathology and Adaptation 43 (5), 1320-1337.

About the Author: Maratus Sholikah

Penulis sains yang mengubah riset kompleks menjadi cerita yang jernih, akurat, dan mudah dipahami. Berpengalaman menulis untuk media sains, dan platform digital, serta berfokus pada konten berbasis data yang kuat, tajam, dan relevan.

Leave A Comment