Keamanan dan Efisiensi Energi Bertemu: Terobosan Baru untuk Melindungi Smart Building di Era IoT

Last Updated: 2 July 2026By
📖 ࣪ Banyaknya pembaca: 1

Gedung pintar terus berkembang menjadi pusat berbagai teknologi digital yang saling terhubung. Sensor suhu mengatur pendingin ruangan secara otomatis, kamera keamanan memantau aktivitas di berbagai area, lampu menyesuaikan tingkat pencahayaan berdasarkan keberadaan penghuni, dan sistem energi memantau konsumsi listrik setiap saat. Semua perangkat tersebut bekerja bersama melalui jaringan Internet of Things atau IoT yang memungkinkan pertukaran data secara cepat dan otomatis.

Kemajuan ini menghadirkan banyak manfaat. Pengelola bangunan dapat menghemat energi, meningkatkan kenyamanan penghuni, dan mengoptimalkan operasional gedung secara lebih efisien. Namun semakin banyak perangkat yang terhubung, semakin besar pula tantangan keamanan yang harus dihadapi. Dalam ekosistem digital yang kompleks, satu perangkat yang bermasalah dapat mengganggu seluruh jaringan.

Baca juga artikel tentang: Arsitektur Di Era AI: Bagaimana Teknologi Membentuk Kota Yang Lebih Hijau Dan Efisien

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Communication Systems tahun 2026 menawarkan solusi menarik untuk menjawab tantangan tersebut. Para peneliti mengembangkan metode keamanan bernama TRUFOG, sebuah pendekatan yang menggabungkan konsep kepercayaan digital dan efisiensi energi dalam jaringan IoT berbasis komputasi fog. Teknologi ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi masa depan smart building dan green building yang semakin mengandalkan data secara real time.

Untuk memahami pentingnya penelitian ini, kita perlu mengenal terlebih dahulu konsep komputasi fog. Selama ini banyak sistem digital memanfaatkan cloud computing atau komputasi awan. Dalam sistem tersebut, data dari perangkat dikirim ke pusat data yang lokasinya bisa sangat jauh dari pengguna.

Komputasi fog menawarkan pendekatan berbeda. Sistem ini memproses sebagian data lebih dekat dengan sumbernya. Sebagai contoh, sebuah gedung perkantoran dapat memiliki server lokal yang mengolah informasi dari sensor sebelum data tersebut dikirim ke cloud. Cara ini mempercepat pengambilan keputusan sekaligus mengurangi beban jaringan internet.

Bagi smart building, komputasi fog sangat penting karena banyak keputusan harus diambil dalam hitungan detik. Sistem ventilasi misalnya harus segera merespons perubahan kualitas udara. Sistem keamanan juga perlu mendeteksi aktivitas mencurigakan tanpa menunggu proses pengiriman data ke pusat data yang jauh.

Meski menawarkan kecepatan dan efisiensi yang lebih baik, komputasi fog juga menghadirkan tantangan baru. Jaringan yang terdiri atas banyak perangkat menciptakan lebih banyak titik masuk bagi pelaku kejahatan siber. Perangkat yang berhasil diretas dapat menyebarkan informasi palsu, mengganggu komunikasi, atau bahkan mengambil alih sebagian fungsi bangunan.

Di sinilah konsep TRUFOG menjadi menarik. Alih alih hanya memeriksa identitas perangkat, sistem ini menilai apakah suatu perangkat benar benar dapat dipercaya berdasarkan perilakunya sehari hari.

Konsep tersebut sebenarnya mirip dengan hubungan antarmanusia. Kita biasanya tidak langsung mempercayai seseorang hanya karena mengenalnya. Kepercayaan tumbuh dari pengalaman dan rekam jejak. Orang yang konsisten menjalankan tanggung jawab dengan baik akan memperoleh tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang sering melakukan kesalahan atau menunjukkan perilaku mencurigakan.

TRUFOG menerapkan prinsip serupa pada perangkat IoT. Sistem ini mengamati bagaimana perangkat menjalankan tugas yang diberikan. Penilaian dilakukan berdasarkan keberhasilan tugas, jumlah tugas yang masih tertunda, dan tingkat kegagalan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Jika sebuah sensor terus bekerja dengan baik dan menghasilkan data yang konsisten, sistem akan meningkatkan tingkat kepercayaannya. Sebaliknya, apabila perangkat mulai menunjukkan perilaku yang tidak biasa, sistem akan menurunkan nilai kepercayaannya dan meningkatkan pengawasan terhadap perangkat tersebut.

Pendekatan ini memberikan keuntungan besar bagi smart building modern. Sebuah gedung pintar dapat memiliki ribuan sensor yang tersebar di berbagai lokasi. Mengawasi seluruh perangkat secara manual tentu sangat sulit. Sistem otomatis yang mampu menilai tingkat kepercayaan setiap perangkat dapat membantu pengelola mendeteksi masalah lebih cepat sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Para peneliti kemudian menguji kemampuan TRUFOG dalam menghadapi berbagai jenis serangan siber. Salah satu serangan yang diuji adalah black hole attack. Dalam serangan ini, perangkat jahat berpura pura menjadi jalur komunikasi terbaik sehingga perangkat lain mengirimkan data melalui dirinya. Setelah menerima data, perangkat tersebut justru membuang seluruh informasi yang masuk sehingga komunikasi terganggu.

Peneliti juga menguji gray hole attack yang lebih sulit dikenali. Pada jenis serangan ini, perangkat tidak selalu membuang data. Kadang data diteruskan secara normal, tetapi pada waktu tertentu data sengaja dihentikan. Perilaku yang berubah ubah membuat proses deteksi menjadi lebih rumit.

Selain itu, penelitian ini juga meninjau serangan yang menargetkan konsumsi energi perangkat. Serangan seperti ini bertujuan menguras daya baterai atau sumber energi perangkat sehingga umur operasionalnya menjadi lebih pendek. Ancaman tersebut sangat relevan bagi IoT karena banyak sensor bekerja dengan sumber daya yang terbatas.

Grafik perbandingan konsumsi energi beberapa metode keamanan pada Internet of Things (IoT) terhadap peningkatan persentase node berbahaya, yang menunjukkan bahwa metode TRUFOG mempertahankan konsumsi energi paling rendah sekaligus lebih efisien dalam menghadapi ancaman keamanan jaringan (Singh, dkk. 2026).

Hasil pengujian menunjukkan bahwa TRUFOG mampu mengenali perangkat berbahaya dengan tingkat akurasi mencapai 95,2 persen. Angka tersebut menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam membedakan perangkat normal dan perangkat yang berpotensi mengancam jaringan.

Selain meningkatkan keamanan, sistem ini juga memperbaiki kualitas komunikasi. Rasio keberhasilan pengiriman data meningkat dibandingkan beberapa metode keamanan sebelumnya. Dengan kata lain, data dapat mencapai tujuan dengan lebih andal tanpa mengorbankan efisiensi jaringan.

Temuan lain yang tidak kalah penting adalah efisiensi energi. TRUFOG mampu menurunkan konsumsi energi secara signifikan dibandingkan sejumlah metode pembanding yang digunakan dalam penelitian. Hal ini sangat relevan bagi konsep green building yang menekankan pengurangan penggunaan energi dan emisi karbon.

Banyak orang memandang keamanan siber dan efisiensi energi sebagai dua hal yang berbeda. Padahal keduanya saling berkaitan erat. Sistem yang tidak aman dapat menyebabkan perangkat bekerja tidak optimal sehingga mengonsumsi energi lebih banyak dari yang diperlukan.

Bayangkan jika sensor suhu dalam sebuah gedung diretas dan mengirimkan informasi yang salah. Sistem pendingin udara mungkin akan terus bekerja meskipun suhu ruangan sebenarnya sudah nyaman. Akibatnya, konsumsi listrik meningkat dan target penghematan energi menjadi sulit tercapai.

Dalam konteks green building, keamanan siber bukan sekadar upaya melindungi data. Keamanan juga menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan. Bangunan yang aman akan beroperasi lebih efisien, lebih andal, dan lebih hemat sumber daya.

Ke depan, jumlah perangkat IoT di gedung pintar akan terus bertambah. Sensor kualitas udara, panel surya, sistem penyimpanan energi, kendaraan listrik, hingga digital twin akan saling bertukar data setiap saat. Kompleksitas jaringan yang semakin tinggi menuntut pendekatan keamanan yang lebih cerdas dan adaptif.

Penelitian tentang TRUFOG menunjukkan bahwa masa depan smart building tidak hanya bergantung pada sensor yang lebih pintar atau jaringan yang lebih cepat. Masa depan tersebut juga membutuhkan kemampuan membangun kepercayaan digital di antara ribuan perangkat yang bekerja secara bersamaan.

Ketika sebuah gedung mampu mengenali perangkat yang dapat dipercaya dan mendeteksi ancaman sejak dini, seluruh sistem dapat bekerja lebih aman, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan. Pada akhirnya, kepercayaan digital menjadi fondasi penting yang memungkinkan smart building dan green building memberikan manfaat maksimal bagi manusia sekaligus membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.

Baca juga artikel tentang: Arsitektur Front End Cerdas Untuk Aplikasi Cepat, Aman, Dan Siap Masa Depan

REFERENSI:

Singh, Satish Kumar dkk. 2026. TRUFOG: A Dynamic Trust and Energy‐Driven Security Method for Efficient Communication in Fog‐Assisted Internet of Things. International Journal of Communication Systems 39 (1), e70323.

About the Author: Maratus Sholikah

Green-Tech Writer dengan 7 tahun pengalaman dan 3.000+ artikel Science & Sustainability yang sudah dipublikasikan. Spesialis mengubah riset kompleks menjadi narasi jernih berbasis data. Karyanya menjangkau topik Green Technology, Biodiversity, hingga Climate Science untuk media sains dan platform digital.

Leave A Comment